Kembali ke Home

Buat Kamu yang Bergaya Hidup FOMO, Dengerin Nih Bahayanya... | Ust Riza Muhammad | Damai Indonesiaku

Ceramah dan Tausiyah 20 Apr 2026 Oleh Damai Indonesiaku

Deskripsi Video

Buat Kamu yang Bergaya Hidup FOMO, Dengerin Nih Bahayanya... | Ust Riza Muhammad | Damai Indonesiaku Jangan Biarkan Boneka Puluhan Juta Menghapus Akidahmu: Bahaya Laten FOMO dalam Islam. Fenomena tren digital seringkali membawa kita pada sebuah labirin yang membingungkan. Hari ini kita melihat muda-mudi, bahkan orang tua, rela mengantre berjam-jam hingga merogoh kocek puluhan juta rupiah demi sebuah benda viral bernama boneka Labubu. Sekilas, ini tampak seperti hobi biasa, namun jika kita bedah lebih dalam dengan kacamata iman, di balik fenomena ini tersembunyi sebuah penyakit psikologis dan spiritual yang akut bernama Fear of Missing Out atau FOMO. Inilah rasa cemas yang berlebihan jika kita tidak ikut-ikutan tren, sebuah perasaan takut dianggap tertinggal atau tidak "gaul" yang sayangnya seringkali mengorbankan akidah dan ketakwaan. Islam telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas dalam Surah An-Nisa ayat 32: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain." Ayat ini adalah obat penawar bagi penyakit FOMO. Penyakit ini bermuara dari ketidakmampuan hati untuk merasa cukup (qana’ah) dan rasa iri yang tersembunyi terhadap gaya hidup orang lain. Ketika seseorang terjebak FOMO, fokus hidupnya beralih dari mencari keridaan Allah menjadi mencari pengakuan manusia. Padahal, setiap rupiah yang kita belanjakan, bahkan satu kancing baju sekalipun, akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah: dari mana harta itu didapat dan untuk apa digunakan? Rasulullah SAW mengingatkan bahwa manusia yang paling dicintai Allah adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (anfauhum linnas). Sekarang, tanyakan pada hati nurani kita, apa manfaat membeli barang mewah yang hanya berfungsi sebagai pajangan atau status sosial sementara di sekeliling kita masih banyak perut yang lapar? Islam melarang perilaku tabzir atau mubazir, sebagaimana firman Allah bahwa para pemboros itu adalah saudara-saudara setan. Mengikuti tren tanpa asas manfaat bukan hanya soal gaya hidup, tapi merupakan gejala penyakit hati yang harus segera "diamputasi" sebelum membusukkan seluruh amal ibadah kita. Satu hikmah unik yang jarang disadari adalah bahwa FOMO sebenarnya adalah bentuk "perbudakan modern". Dalam Islam, kita diajarkan untuk hanya menghamba kepada Allah, namun FOMO memaksa kita menghamba pada opini publik dan algoritma media sosial. Kita menjadi tawanan keinginan, bukan pemegang kendali atas kebutuhan. Untuk menyembuhkannya, kita harus kembali pada prinsip syukur. Syukur bukan hanya di lisan, tapi di hati yang tenang saat melihat orang lain bahagia. Jangan sampai kita mengidap penyakit "SMS" (Susah Melihat orang Senang, Senang melihat orang Susah). Ada satu rahasia batin yang menakjubkan: ketika seseorang memperkuat rasa syukurnya, Allah akan menutup celah-celah kecemasan di hatinya. Orang yang bersyukur tidak akan sempat merasa "tertinggal" oleh tren dunia, karena dia sibuk mengejar tren akhirat. Dia paham bahwa rezeki setiap orang sudah ada takarannya dan tidak akan pernah tertukar. Dengan memperbanyak tazkiyatun nufus atau penyucian jiwa, kita akan menyadari bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa viral barang yang ia miliki, melainkan seberapa dalam sujudnya di sepertiga malam. Nasehat inspiratif untuk kita semua: mari kita audit kembali niat kita dalam menggunakan media sosial. Apakah jempol kita bergerak untuk mencari inspirasi kebaikan, atau justru untuk memupuk hasad dan gibthah? Hidup ini terlalu singkat jika hanya dihabiskan untuk mengejar bayang-bayang tren yang esok hari akan basi. Jadilah pribadi yang merdeka, yang trennya ditentukan oleh Al-Qur'an dan Sunnah, bukan oleh boneka atau barang viral yang tak bernyawa. Semoga Allah menjauhkan hati kita dari penyakit FOMO dan menghiasinya dengan indahnya rasa cukup. Lagi heboh tren boneka puluhan juta tapi dompet dan iman malah jadi taruhan? Hati-hati, kecemasan berlebihan kalau gak ikut-ikutan viral itu namanya FOMO, penyakit hati yang bisa bikin akidahmu terkikis pelan-pelan. Islam mengajarkan kita untuk hidup penuh manfaat dan qana'ah, bukan sekadar jadi pengikut tren yang mubazir dan haus pengakuan manusia. Daripada sibuk ngejar barang yang bakal basi, yuk benahi hati dengan rasa syukur supaya gak gampang iri sama rezeki orang lain, karena di akhirat nanti tiap sen yang kita belanjakan bakal ditanya manfaatnya untuk apa.

#BahayaFOMO #PenyakitHati #GayaHidupIslami #SelfReminder #TazkiyatunNufus #StopMubazir #Qanaah #NasehatUlama #DamaiIndonesiaku #TrendIslami #BahayaFOMO #PenyakitHati #GayaHidupIslami #SelfReminder #TazkiyatunNufus #StopMubazir #Qanaah #NasehatUlama #DamaiIndonesiaku #TrendIslami

Live streaming di : https://www.youtube.com/ ⁨@Damaiindonesiakutvone⁩ https://www.youtube.com/ ⁨@damaiindonesiakuid⁩ Simak berbagai konten religi Islam lainnya hanya di: https://damaiindonesiaku.id/ damaiindonesiakutvone damaiindonesiaku.id

Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar.