Presiden Prabowo Resmi Ganti Pimpinan BGN, Jangan Salah Pilih Ya Pak!
Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama 1,5 tahun mendapat catatan merah dari Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, resmi dicopot. Sebagaimana dikutip dari pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi, penggantinya adalah Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil. Jangan salah pilih lagi, pemimpin lembaga penting negara harus yang ahli, pakar, praktisi, kompeten, dan amanah. Seleksi betul-betul, awasi terus, jangan sampai merugikan jutaan rakyat lagi. Program MBG menyangkut perut puluhan juta anak Indonesia. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa alasan pencopotan adalah masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) tata kelola makanan. “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya. Ini adalah pengakuan bahwa mantan pimpinan BGN tidak serius mengawasi mutu makanan yang diberikan kepada anak-anak.
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 58, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” Jabatan kepala BGN adalah amanat yang sangat berat. Memberikannya kepada orang yang tidak kompeten atau tidak disiplin adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Program MBG menelan triliunan rupiah. Jika uang itu tidak memberikan hasil optimal (peningkatan gizi anak), maka uang itu mubazir dan dosanya ditanggung oleh pemimpin. Prabowo bertindak tegas, dan itu patut diapresiasi.
Fenomena pejabat yang tidak disiplin sering terjadi karena mereka merasa "aman" dari pemecatan. Prabowo mematahkan budaya itu. Ia memonitor langsung pelaksanaan MBG, mengevaluasi, dan tidak segan memecat jika ada indikasi kelalaian. Ini adalah contoh kepemimpinan yang bertanggung jawab. Kini, masyarakat berharap Nanik S Deyang dan timnya bisa bekerja lebih profesional. Mereka harus segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi dengan kementerian lain dan pemerintah daerah.
Kita juga harus mengawasi pimpinan BGN yang baru. Jangan sampai kasus serupa terulang. Masyarakat dan media perlu melaporkan jika menemukan ketidakberesan dalam program MBG, seperti daging busuk, lauk tidak layak, atau jatah anak dikurangi. KPK juga harus memantau potensi korupsi pengadaan makanan. Karena program ini sangat rawan karena melibatkan uang triliunan rupiah. Jika ada indikasi korupsi, tangkap dan hancurkan.
Kesimpulannya, pergantian pimpinan BGN adalah langkah tepat. Namun, jangan berhenti di sini. Pastikan pimpinan baru bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Karena masa depan generasi Indonesia ada di pundak mereka. Jangan salah pilih lagi! Wallahu a'lam.
Foto: ANTARA & Gerindra
#Prabowo #BGN #NanikSDeyang #Trenggono #ProgramMBG #MakanBergiziGratis #Pencopotan #Kedisiplinan #Amanah #KualitasMakanan