Menapak Tilas Sumur Ghars, Sumber Air yang Dicintai Rasulullah di Madinah
MADINAH — Kota Madinah tidak hanya menjadi tujuan ibadah bagi jutaan umat Islam dari seluruh dunia, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang erat dengan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Salah satu lokasi yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah adalah Sumur Ghars, sumur bersejarah yang memiliki hubungan khusus dengan Nabi Muhammad SAW.
Sumur Ghars berada di kawasan Madinah, sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi dan 1,5 kilometer dari Masjid Quba. Sumur kuno ini dikenal sebagai salah satu sumber air yang sangat dicintai Rasulullah. Menurut catatan sejarah, sumur tersebut pertama kali digali oleh Malik bin Nahhat, seorang penduduk Madinah sekaligus ayah dari sahabat Nabi, Sa'ad bin Khaitsamah.
Dalam berbagai riwayat, Sumur Ghars memiliki kedudukan istimewa karena sering digunakan Rasulullah untuk berwudhu dan meminum airnya. Bahkan, Nabi Muhammad SAW disebut pernah memberikan wasiat khusus kepada Ali bin Abi Thalib terkait penggunaan air dari sumur tersebut.
Pemandu wisata religi di Madinah, Ibrohim Fadlannul Haq, menjelaskan bahwa Rasulullah pernah berpesan agar jasad beliau dimandikan menggunakan air Sumur Ghars setelah wafat.
"Ya Ali, apabila aku meninggal dunia maka mandikanlah jasadku dengan air dari sumurku, yaitu Sumur Ghars," ujar Ibrohim mengutip pesan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib.
Menurutnya, keistimewaan Sumur Ghars juga disebut dalam sebuah riwayat mimpi Rasulullah. Dalam mimpi tersebut, Nabi melihat dirinya berada di sebuah sumur yang merupakan bagian dari sumur-sumur yang ada di surga.
"Rasulullah pernah menyampaikan bahwa beliau bermimpi berada di sebuah sumur yang termasuk bagian dari sumur-surga. Karena itu banyak ulama yang memandang Sumur Ghars memiliki keberkahan tersendiri," jelasnya.
Kini, kawasan Sumur Ghars telah direvitalisasi oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah Islam. Meski mengalami renovasi besar-besaran, struktur sumur batu asli tetap dipertahankan untuk menjaga nilai historisnya. Beberapa bagian batu kuno bahkan masih dapat ditemukan di area sumur sebagai saksi perjalanan panjang sejarah Islam di Madinah.
Selain menikmati suasana kawasan yang telah tertata rapi, para pengunjung juga dapat merasakan langsung air Sumur Ghars melalui fasilitas keran air siap minum yang disediakan pengelola. Air tersebut telah melalui proses penyaringan modern tanpa menghilangkan kandungan mineral alaminya.
Kesempatan mencicipi air yang dahulu menjadi favorit Rasulullah menjadi pengalaman tersendiri bagi para jemaah. Tidak sedikit yang memanfaatkan momen tersebut untuk berdoa, berwudhu, serta mengenang perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah.
Menariknya, wisata religi ke Sumur Ghars tidak dipungut biaya. Pengunjung dapat memasuki kawasan tersebut secara gratis. Lokasi ini dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 waktu Arab Saudi.
Meski memiliki nilai sejarah yang tinggi, Ibrohim menegaskan bahwa tidak terdapat anjuran khusus dalam syariat Islam untuk mengunjungi Sumur Ghars. Namun demikian, minat jemaah haji dan umrah, khususnya dari Indonesia, tetap tinggi karena lokasi ini dianggap sebagai sarana untuk mengenal lebih dekat sejarah kehidupan Rasulullah.
Bagi banyak jemaah, kunjungan ke Sumur Ghars bukan sekadar wisata religi, melainkan perjalanan spiritual untuk menelusuri jejak kehidupan Nabi Muhammad SAW. Melalui kunjungan tersebut, mereka berharap dapat mengambil pelajaran dari sejarah sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah.
Kunjungan ke Sumur Ghars juga menjadi pengingat bahwa setiap sudut Kota Madinah menyimpan kisah perjuangan Islam yang patut dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi Muslim berikutnya.
Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026