Cara Ampuh Atasi Sharenting Rivalry Agar Ibu Lebih Tenang
Sharenting rivalry merupakan sebuah fenomena kompetisi terselubung antarorang tua di media sosial.
Istilah ini merujuk pada kebiasaan membagikan momen anak secara berlebihan (sharenting) yang didasari oleh rasa gengsi dan persaingan demi mendapatkan validasi digital berupa likes dan pujian.
Sekarang pertanyaannya: bagaimana cara kita menyembuhkan diri dari pusaran kompetisi toxic ini? Menghentikan kebiasaan membandingkan diri memang tidak mudah, terutama saat jempol kita sudah terbiasa scrolling melihat kehidupan ibu-ibu estetik di luar sana.
Namun, demi kesehatan mental kita dan masa depan anak, kita harus berani mengambil langkah mundur. Kita perlu menata ulang niat dan cara kita menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam lingkaran setan yang merusak kedamaian keluarga.
1. Saring Timeline dan Lakukan Digital Detox secara Berkala
Langkah pertama yang paling realistis adalah mengontrol apa yang masuk ke dalam pikiran kita. Kita punya kendali penuh atas akun-akun yang kita ikuti di media sosial.
Gunakan Fitur Mute atau Unfollow: Jika ada akun ibu lain yang kontennya selalu membuat kamu merasa insecure atau memicu rasa ingin bersaing, jangan ragu untuk menyembunyikannya dari timeline.
Batasi Screen Time: Sediakan waktu khusus dalam sehari di mana kamu benar-benar meletakkan HP dan fokus 100% hadir secara fisik maupun emosional mendampingi anak bermain tanpa perlu merekamnya.
2. Kembalikan Hak Istimewa Anak untuk Tumbuh Privat
Anak-anak kita berhak tumbuh tanpa beban kamera yang selalu menyorot mereka. Saat kita menahan diri untuk tidak membagikan setiap detail kehidupan mereka, kita sedang memberikan mereka ruang aman untuk berproses.
Biarkan anak merasakan gagal, menangis, belajar, dan berhasil tanpa perlu dihakimi oleh ratusan pasang mata netizen. Ingatlah bahwa memori terbaik dalam pengasuhan adalah momen-momen intim yang tersimpan rapi di dalam ingatan dan hati kita, bukan yang tersimpan di dalam arsip digital media sosial.
3. Terapkan Prinsip Qanaah untuk Menjaga Ketetapan Hati
Dalam psikologi Islam, obat paling mujarab untuk mengatasi rasa ingin bersaing adalah dengan menanamkan sifat qanaah, yaitu merasa cukup dengan segala nikmat yang telah Allah Swt. berikan.
Ketika kita melihat pencapaian anak orang lain, latih hati kita untuk langsung mengucapkan Masya Allah Tabarakallah daripada memikirkan konten tandingan.
Fokuslah pada keunikan dan garis waktu pertumbuhan anak kita sendiri. Allah Swt. menitipkan anak dengan potensi yang berbeda-beda. Dengan menyukuri setiap progres kecil anak di dunia nyata, kita akan terbebas dari jerat sharenting rivalry dan menjadi orang tua yang jauh lebih bahagia serta tenang.
Foto: Pexels
#BijakSosmed #StopSharenting #ParentingTenang #SifatQanaah #KeluargaBahagia #EdukasiParenting #MentalHealthIbu #MilenialParenting #GenZParenting #FokusAnak