Keutamaan Puasa Muharram, UAH: Inti Puasa Adalah Pengendalian Diri!
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia bukan sekadar penanda pergantian tahun, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, mengevaluasi hidup, dan meningkatkan kualitas ibadah. Sebagaimana dikutip dari penjelasan Ustaz Adi Hidayat (UAH), puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan puasa di bulan Muharram, Ustaz Adi Hidayat: Inti puasa pengendalian diri. Puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, yang menjadi kunci utama meraih ketakwaan.
UAH mengutip hadits riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Nabi menjawab, “Puasa yang paling utama adalah puasa yang ditunaikan pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” Ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa. Tidak ada bulan lain yang menyamai keutamaannya setelah Ramadhan. Maka, jangan lewatkan kesempatan emas ini.
“Inti puasa pengendalian diri. Inti puasa pengendalian nafsu. Seseorang yang mampu mengendalikan nafsunya maka ia akan mampu mencegah dirinya berbuat maksiat,” kata UAH. Ini adalah pesan fundamental. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa adalah latihan untuk menahan diri dari amarah, dari ghibah (menggunjing), dari hasad (iri hati), dan dari segala bentuk kemaksiatan. Orang yang berpuasa tetapi masih suka bergosip, maka dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Tujuan akhir puasa adalah takwa. Takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Puasa di bulan Muharram adalah sarana untuk mencapai derajat takwa. Dengan berpuasa, kita belajar mengendalikan diri, sehingga di bulan-bulan berikutnya kita lebih mudah menjauhi dosa.
UAH juga menjelaskan makna nama “Muharram”. “Al-Muharram bukan sekadar penanda awal pergantian satu waktu dalam penanggalan Islam. Tapi Al-Muharram juga komitmen kita untuk memulai hari baru, tahun baru, waktu yang baru dengan keadaan yang baru yang lebih baik,” jelasnya. Nama “Muharram” berasal dari kata “haram” yang berarti larangan. Bulan ini adalah bulan yang diharamkan (dimuliakan), di mana umat Islam dilarang berperang dan dianjurkan memperbanyak ibadah.
Fenomena yang sering terjadi adalah banyak umat Islam yang menyambut tahun baru Hijriah dengan pesta kembang api, konvoi motor, atau perayaan yang tidak mendidik. Padahal, seharusnya tahun baru Islam diisi dengan introspeksi diri (muhasabah) dan peningkatan ibadah, seperti puasa. Puasa di bulan Muharram adalah bentuk syukur karena masih diberi umur dan kesempatan untuk bertobat. Jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan mulia ini dengan kegiatan yang sia-sia.
Keutamaan puasa di bulan Muharram tidak hanya terbatas pada puasa Asyura (10 Muharram) yang terkenal. Berpuasa di hari-hari lain di bulan Muharram (misalnya tanggal 1, 2, 3, dst) juga dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram.” Ini bersifat umum. Semakin banyak hari yang kita puasai, semakin besar pahala yang kita dapat. Namun, jika tidak mampu berpuasa penuh sebulan, setidaknya berpuasalah pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Kesimpulannya, sambut bulan Muharram dengan puasa. Niatkan untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan buruk. “Inti puasa pengendalian nafsu.” Semoga dengan berpuasa di bulan Muharram, Allah menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa, lebih sabar, dan lebih disiplin. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Muharram. Wallahu a'lam.
#PuasaMuharram #UstazAdiHidayat #PengendalianDiri #BulanMuharram #KeutamaanPuasa #PuasaAsyura #TahunBaruIslam #Takwa #KendalikanNafsu #PuasaSunnah