Kembali ke semua artikel
3 Makna Tahun Baru Hijriah, Jangan Lupa Amalkan Amalan Sunnah Ini!
Muharam & Tahun Baru Islam 16 June 2026 4 menit baca

3 Makna Tahun Baru Hijriah, Jangan Lupa Amalkan Amalan Sunnah Ini!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H telah tiba. Lebih dari sekadar pergantian angka dalam kalender, tahun baru Hijriah memiliki makna spiritual yang mendalam. Sebagaimana dikutip dari sejarah, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah menjadi titik balik peradaban Islam. 3 makna tahun baru Hijriah, jangan lupa amalkan amalan sunnah ini. Mari kita renungkan dan jadikan momentum untuk berubah menjadi lebih baik.

Makna Pertama: Kesulitan Pasti Memiliki Jalan Keluar
Hijrah mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Di Makkah, umat Islam mengalami tekanan dan penganiayaan hebat dari kaum Quraisy. Namun, setelah hijrah ke Madinah, mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik, bebas beribadah, dan membangun peradaban. Nilai ini sangat relevan bagi kita. Jangan pernah putus asa jika saat ini sedang mengalami masalah. Jika kita bersabar dan bertawakal, Allah akan memberikan jalan keluar. Allah SWT berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5).

Makna Kedua: Perubahan Membutuhkan Keberanian
Hijrah adalah bukti bahwa perubahan besar tidak akan terjadi tanpa keberanian. Rasulullah SAW dan para sahabat rela meninggalkan kampung halaman, harta benda, dan sanak saudara demi mempertahankan keimanan. Mereka berani mengambil risiko besar. Di tahun baru ini, kita harus berani meninggalkan kebiasaan buruk (malas, maksiat, korupsi, dll) dan berhijrah menuju ketaatan. Jangan takut dengan perubahan, karena Allah bersama orang-orang yang beriman.

Makna Ketiga: Hijrah Penuh Tantangan, tetapi dengan Sabar Semua Bisa Dilalui
Perjalanan hijrah tidak mudah. Ada ancaman pembunuhan, pengejaran, dan rasa takut. Namun, dengan kesabaran dan keyakinan penuh kepada Allah, semua rintangan berhasil dilalui. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim). Tahun baru ini, hadapi tantangan hidup dengan sabar dan shalat.

Selain merenungkan makna, kita juga harus mengamalkan amalan sunnah di bulan Muharram. Amalan yang paling utama adalah puasa. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim). Dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, *“Puasa Asyura 10 Muharram menggugurkan dosa-dosa kecil yang setahun yang telah berlalu.”* Ini adalah kesempatan luar biasa untuk membersihkan diri. Jangan lewatkan puasa Tasu'a (9 Muharram) untuk membedakan umat Islam dari orang Yahudi yang hanya berpuasa Asyura. Jika tidak mampu berpuasa tiga hari, setidaknya berpuasalah pada tanggal 10 saja.

Amalan sunnah lainnya adalah memperbanyak istighfar dan sedekah. Muharram adalah bulan yang dimuliakan, sehingga amal saleh dilipatgandakan pahalanya. Bersihkan hati dari dendam, iri, dan hasad. Mulailah tahun baru dengan saling memaafkan. Silaturahmi kepada kerabat dan tetangga. Jangan lupa membaca doa akhir tahun (sebelum maghrib tanggal 30 Zulhijah) dan doa awal tahun (setelah maghrib tanggal 1 Muharram).

Fenomena yang sering terjadi adalah banyak muslim yang merayakan 1 Muharram dengan pesta kembang api, konvoi motor, atau perayaan yang sia-sia. Padahal, seharusnya tahun baru Islam diisi dengan introspeksi diri (muhasabah) dan peningkatan ibadah. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi: pergantian tahun hanya membuat usia bertambah, tetapi tidak mendekatkan diri kepada Allah. Jadikan tahun baru Hijriah sebagai momentum hijrah yang sesungguhnya.

Kesimpulannya, sambut Tahun Baru Islam dengan memahami tiga maknanya: kesulitan pasti ada jalan keluar, perubahan butuh keberanian, dan sabar adalah kunci. Amalkan puasa Muharram, perbanyak istighfar, dan perbaiki hubungan dengan sesama. “Hijrah mengajarkan bahwa perubahan sering kali membutuhkan keberanian.” Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, mohon maaf lahir dan batin. Wallahu a'lam.

Foto: kemenag.go.id

#MaknaTahunBaruHijriah #1Muharram #1448H #PuasaAsyura #AmalanSunnah #Hijrah #Keberanian #Kesabaran #Muhasabah #TahunBaruIslam

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua