Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan Paling Utama di Dalamnya, Puasa!
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia memiliki makna dan keistimewaan tersendiri dalam Islam. Sebagaimana dikutip dari penjelasan para ulama, Muharram disebut sebagai Syahrullah (bulan Allah). Tidak ada bulan lain yang disebut dengan nisbah langsung kepada Allah selain Muharram. Keutamaan bulan Muharram dan amalan paling utama di dalamnya adalah puasa. Ini adalah momentum emas untuk memulai tahun baru dengan ibadah, bukan dengan pesta hura-hura.
Syekh Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa kelebihan bulan Muharram terletak pada namanya yang islami. Nama bulan Hijriah selain Muharram merupakan nama bulan yang dipakai pada masa Jahiliyah. Adapun bulan Muharram pada era masyarakat Jahiliyah dinamai bulan Shafar Awwal. Ketika Islam datang, Allah menyebut Shafar Awwal dengan bulan Muharram yang dinisbahkan dengan asma-Nya. Ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim). Hadits ini menjadi dasar bahwa puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa sunnah setelah Ramadhan. Keutamaannya tidak hanya terbatas pada puasa Asyura (10 Muharram), tetapi juga puasa di hari-hari lainnya di bulan Muharram. Semakin banyak hari yang kita puasai, semakin besar pahala yang kita peroleh.
Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan, “Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah asyhurul hurum (bulan-bulan mulia). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah, Sya’ban, dan puasa ‘Arafah.” Ini menunjukkan bahwa Muharram menempati posisi tertinggi dalam keutamaan puasa sunnah. Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Mengapa puasa di bulan Muharram begitu istimewa? Pertama, karena ia adalah bulan pertama dalam tahun baru Hijriah. Al-Qurthubi berkata, “Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.” Memulai tahun dengan puasa adalah simbol bahwa kita ingin mengawali lembaran baru dengan penuh kesucian dan ketaatan. Kita mohon kepada Allah agar sepanjang tahun ini diisi dengan amal saleh.
Kedua, Muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah (bulan haram). Di bulan ini, umat Islam dilarang berperang dan dianjurkan memperbanyak ibadah. Amal saleh dilipatgandakan pahalanya, dan dosa juga dilipatgandakan hukumannya. Maka, perbanyaklah puasa, sedekah, dan dzikir. Jangan sia-siakan bulan mulia ini dengan kemaksiatan.
Tidak ada alasan untuk tidak berpuasa di bulan Muharram. Puasa sunnah tidak harus sebulan penuh. Jika Anda tidak mampu berpuasa setiap hari, cukup berpuasa pada tanggal-tanggal tertentu yang sangat dianjurkan: puasa Tasu'a (9 Muharram), puasa Asyura (10 Muharram), dan puasa 11 Muharram. Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Ini adalah bonus luar biasa yang tidak diberikan di bulan lain.
Fenomena yang memprihatinkan adalah banyak umat Islam yang merayakan 1 Muharram dengan pesta kembang api, konvoi motor, atau perayaan yang tidak mendidik. Mereka lupa bahwa esensi tahun baru Hijriah adalah hijrah (meninggalkan keburukan menuju kebaikan). Puasa adalah bentuk hijrah spiritual: meninggalkan kebiasaan makan dan minum di siang hari, serta meninggalkan perbuatan maksiat. Mari kita sambut tahun baru dengan puasa, bukan dengan pesta.
Kesimpulannya, amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah puasa. Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih pahala berlipat ganda. “Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa.” Semoga Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang bertakwa. Selamat menjalankan puasa di bulan Muharram. Wallahu a'lam.
#KeutamaanMuharram #PuasaMuharram #BulanAllah #PuasaAsyura #TahunBaruIslam #1448H #AmalanUtama #PuasaSunnah #Syahrullah #BulanHaram