Kembali ke semua artikel
Buya Yahya Luruskan: 10 Muharram Bukan Hari Anak Yatim, Ini Penjelasannya!
Muharam & Tahun Baru Islam 16 June 2026 3 menit baca

Buya Yahya Luruskan: 10 Muharram Bukan Hari Anak Yatim, Ini Penjelasannya!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Setiap tanggal 10 Muharram, banyak umat Islam di Indonesia merayakannya sebagai "Hari Anak Yatim" atau "Lebaran Anak Yatim". Tradisi menyantuni anak yatim massal digelar di berbagai daerah. Namun, Buya Yahya memberikan klarifikasi penting. Buya Yahya blak-blakan bilang begini soal 10 Muharram disebut hari anak yatim: ini harus diluruskan. Jangan sampai pemahaman yang keliru mengaburkan esensi sebenarnya dari Hari Asyura.

Buya Yahya menjelaskan bahwa yang perlu diluruskan adalah menjadikan 10 Muharram sebagai "Hari Anak Yatim". “Yang perlu sedikit diluruskan adalah menjadikan 10 Muharram Hari Anak Yatim. Ini yang perlu diperhatikan,” ujarnya. Beliau tidak melarang tradisi menyantuni anak yatim, tetapi meluruskan bahwa itu bukanlah "hari spesial" anak yatim dalam syariat. Anak yatim harus disantuni setiap saat, tidak hanya di tanggal 10 Muharram.

Sebenarnya, 10 Muharram adalah Hari Asyura, hari yang sangat istimewa karena banyak peristiwa penting terjadi di dalamnya. Nabi Musa AS diselamatkan Allah dari kejaran Firaun, dan Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa Asyura sebagai bentuk syukur. Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Inilah inti utama dari 10 Muharram, bukan “lebaran anak yatim”.

Tradisi menyantuni anak yatim di 10 Muharram berasal dari hadis yang bersifat lemah (dha'if). Namun, para ulama lebih cenderung mengambil kesepakatan bahwa sikap kedermawanan (memberi makan keluarga dan kerabat) sangat dibolehkan karena menuntun seseorang untuk bersedekah. Buya Yahya menjelaskan, “Kalau dia dermawan kepada keluarga dan kerabatnya, maka Allah SWT akan memberikan rezeki berlimpah kepadanya di tahun itu.”

“Para ulama lebih cenderung mengambil kesepakatan bahwasanya hari itu untuk bersenang-senang, hari bergembira dengan saudara, dengan kerabat,” jelas Buya Yahya. Maksudnya, 10 Muharram adalah hari untuk bergembira dan berbagi kebahagiaan. Salah satu bentuk kebahagiaan adalah dengan memberi makan anak yatim. Namun, jangan sampai tradisi ini menggeser ibadah utama, yaitu puasa Asyura.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insan ayat 8-9, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Sambil berkata), ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, tidak mengharap balasan dan ucapan terima kasih.’” Ayat ini menunjukkan bahwa memberi makan anak yatim adalah perbuatan mulia yang harus dilakukan kapan saja, tidak terbatas pada tanggal 10 Muharram. Jika Anda ingin menyantuni anak yatim, lakukanlah di bulan-bulan lain juga.

Fenomena di masyarakat, seringkali tradisi santunan anak yatim di 10 Muharram justru lebih meriah daripada pelaksanaan puasa Asyura. Banyak orang yang tidak berpuasa, tetapi sibuk mengadakan acara santunan besar-besaran. Ini yang perlu diluruskan. Prioritaskan ibadah puasa Asyura (karena ini perintah Nabi), kemudian setelah itu (atau sebelumnya) Anda bisa menyantuni anak yatim sebagai bentuk sedekah. Jangan sampai kebalik: puasa ditinggalkan, santunan digembar-gemborkan.

Kesimpulannya, 10 Muharram adalah Hari Asyura, bukan Hari Anak Yatim. Puasa Asyura adalah amalan utama yang sangat dianjurkan. Tradisi menyantuni anak yatim diperbolehkan, bahkan baik, asalkan tidak meninggalkan puasa dan tidak meyakini bahwa 10 Muharram adalah “hari spesial” anak yatim. Santuni anak yatim setiap saat, karena mereka berhak mendapat kasih sayang sepanjang tahun. “Para ulama lebih cenderung mengambil kesepakatan bahwasanya hari itu untuk bersenang-senang.” Selamat menjalankan puasa Asyura, dan jangan lupa berbagi kebahagiaan dengan anak yatim. Wallahu a'lam.

#BuyaYahya #10Muharram #HariAsyura #HariAnakYatim #PuasaAsyura #TradisiSantunan #LuruskanPemahaman #Sedekah #AnakYatim #BulanMuharram

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua