Kembali ke semua artikel
Jelang Pemulangan Gelombang Kedua, Penimbangan Koper Mulai Dilakukan di Madinah
Kabar Haji 16 June 2026 3 menit baca

Jelang Pemulangan Gelombang Kedua, Penimbangan Koper Mulai Dilakukan di Madinah

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

MADINAH — Proses penimbangan koper besar jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang berada di Madinah resmi dimulai. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan logistik menjelang pemulangan jemaah ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, menjelaskan bahwa pengumpulan dan penimbangan koper harus dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah dapat diangkut oleh maskapai secara aman dan tepat waktu.

“Untuk penimbangan, hari ini kita ada jadwal penimbangan yang pertama di KJT 21 dan LOP 10. Penimbangan ini dilakukan untuk mempersiapkan koper-koper besar jemaah yang akan diangkut ke maskapai penerbangan. Jadi dua hari sebelum pemulangan jemaah ke Tanah Air maka koper harus disiapkan terlebih dahulu,” ujar Khalilurrahman saat memantau proses penimbangan di Madinah.

Menurutnya, setiap koper bagasi jemaah memiliki batas maksimal berat 32 kilogram sesuai ketentuan maskapai. Jika ditemukan koper yang melebihi batas tersebut, petugas akan meminta jemaah untuk mengurangi isi koper agar sesuai dengan aturan penerbangan.

Khalilurrahman menegaskan bahwa ketepatan waktu dalam proses penimbangan sangat penting mengingat fase pemulangan gelombang kedua akan segera dimulai. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penerbangan perdana jemaah gelombang kedua dari Madinah menuju Indonesia akan berlangsung pada Senin dini hari, 16 Juni 2026.

“Mengingat besok 16 Juni 2026 pukul 00.20 WAS sudah mulai pemulangan gelombang kedua dari Bandara Madinah menuju Tanah Air, maka hari ini mulai penimbangan dan nanti secara bertahap ke seluruh jemaah,” katanya.

Selain memastikan berat koper sesuai ketentuan, proses penimbangan juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap barang-barang yang dilarang masuk ke dalam bagasi pesawat. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, mengingat perjalanan dari Arab Saudi ke Indonesia memerlukan waktu tempuh hingga sekitar 10 jam.

“Penerbangan yang cukup jauh, butuh sampai 10 jam dari Arab Saudi, Madinah ke Indonesia. Maka kita ingin, dan maskapai juga punya tanggung jawab yang cukup berat. Jika seandainya ada jemaah yang melanggar ketetapan penerbangan tentu akan berakibat terhadap keselamatan jemaah. Sehingga penimbangan ini dilakukan untuk itu semuanya,” tegasnya.

Untuk menjamin transparansi, setiap proses pembukaan koper yang dicurigai berisi barang terlarang wajib disaksikan oleh petugas kloter dan unsur perlindungan jemaah. Dengan demikian, seluruh proses dapat berjalan terbuka dan menghindari kesalahpahaman.

“Agar jangan sampai ketika ada petugas maskapai membongkar koper jemaah yang di dalamnya ada barang-barang terlarang, maka petugas kloter, ketua kloter itu menjadi saksi bahwa ini ada barang-barang terlarang,” jelasnya.

Khalilurrahman mengakui hingga kini masih ditemukan sebagian jemaah yang mencoba memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Padahal, aturan penerbangan secara tegas melarang penyimpanan air zamzam di dalam koper karena dapat merusak sistem conveyor dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Menurutnya, sosialisasi terkait larangan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia. Namun, karena mayoritas jemaah merupakan lansia, edukasi dan pengawasan harus terus dilakukan secara berulang.

“Kami terus mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper. Zamzam sudah disiapkan secara khusus dan akan diterima jemaah setibanya di Tanah Air. Jadi tidak perlu membawa sendiri di dalam koper,” ujarnya.

PPIH Arab Saudi berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan bagasi yang telah ditetapkan sehingga proses pemulangan gelombang kedua dapat berjalan lancar, tertib, dan aman hingga seluruh jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di Indonesia.

Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua