Petugas Konsumsi Sektor 5 Madinah Apresiasi Disiplin Jemaah, Layanan Makan Berjalan Lancar Berkat Kerja Sama Dua Arah
MADINAH – Kelancaran layanan konsumsi bagi ribuan jemaah haji Indonesia di Madinah tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan penyedia katering. Kedisiplinan serta keterbukaan jemaah dalam memberikan masukan juga menjadi faktor penting yang membuat layanan berjalan semakin baik dari hari ke hari.
Hal itu disampaikan Petugas Layanan Konsumsi Sektor 5 Madinah, Windarti, yang mengaku bersyukur proses distribusi makanan kepada jemaah selama fase Madinah berlangsung lancar dan kondusif.
Menurutnya, keberhasilan layanan konsumsi tidak lepas dari komunikasi yang terjalin baik antara petugas dan jemaah. Berbagai masukan terkait cita rasa makanan menjadi bahan evaluasi yang langsung ditindaklanjuti oleh petugas.
"Alhamdulillah, pelayanan tugas dan fungsi konsumsi di Sektor 5 bisa berjalan dengan lancar. Ini berkat kerja sama antara petugas konsumsi dengan jemaah juga. Jemaah sering memberikan masukan kepada kami, terutama soal koreksi rasa makanan," kata Windarti.
Ia menjelaskan, setiap masukan yang diterima, baik terkait tingkat keasinan, kemanisan, maupun kualitas menu, langsung diteruskan kepada pihak dapur dan Daerah Kerja (Daker) Madinah untuk segera dilakukan perbaikan.
"Biasanya masukan itu langsung kami sampaikan ke dapur atau ke daker. Keesokan harinya, Insya Allah rasa makanan tersebut sudah terkoreksi atau mengalami perbaikan," ujarnya.
Respons positif dari jemaah pun terus berdatangan. Banyak jemaah mengaku puas dengan kualitas makanan yang disajikan selama berada di Kota Nabi.
Bahkan, menurut Windarti, sejumlah jemaah menyampaikan bahwa cita rasa makanan di Madinah dinilai lebih sesuai dengan selera mereka.
"Jemaah menyampaikan sendiri bahwa rasa makanan di Madinah ini bagus dan enak. Selain itu, mereka juga mengatakan petugas konsumsi ramah dan sangat membantu jemaah," katanya.
Tak hanya memastikan makanan tersedia tepat waktu, petugas konsumsi juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang mengalami keterbatasan fisik atau kesulitan mengambil makanan secara mandiri.
Dalam kondisi tertentu, petugas akan mengantarkan makanan langsung ke kamar hotel agar kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi.
"Bahkan kami membawakan makanan tersebut ke kamarnya jika jemaah memang kesulitan atau terdapat kendala untuk mengambil di lantai M hotel," ungkap Windarti.
Di tengah padatnya aktivitas distribusi makanan, kedisiplinan jemaah juga menjadi kunci penting. Windarti mengapresiasi sikap tertib para jemaah yang bersedia mengikuti arahan petugas saat antre mengambil makanan.
Menurutnya, meski beberapa rombongan tiba secara bersamaan, jemaah tetap sabar menunggu giliran sehingga proses distribusi dapat berjalan lancar tanpa kerumunan.
"Alhamdulillah, jemaah tertib ketika kami meminta mereka sabar mengantre. Terkadang sembilan rombongan datang bersamaan, namun jemaah tetap mengikuti instruksi petugas untuk antre sesuai urutan kedatangan," katanya.
Menjelang berakhirnya masa tinggal jemaah di Madinah, Windarti mengajak seluruh jemaah untuk terus menjalin komunikasi dengan petugas apabila menemukan kendala terkait layanan konsumsi.
Ia menegaskan, seluruh petugas konsumsi berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan jemaah hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air.
"Kami petugas konsumsi insya Allah selalu siap melayani jemaah. Jika ada makanan yang terlambat datang, kami mohon kesabarannya. Bila ada rasa yang tidak sesuai, kami mohon masukannya. Jadi kita komunikasi saja kalau soal konsumsi," tuturnya.
Kolaborasi antara petugas dan jemaah tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat layanan konsumsi haji di Madinah berjalan tertib, nyaman, dan semakin responsif terhadap kebutuhan para tamu Allah.
Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026