Jemaah Haji Gelombang II Lebih Tertib, Proses Pemulangan Berjalan Lebih Cepat
MADINAH – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air berjalan lebih tertib dan lancar. Bahkan, sejumlah jemaah sudah bersiap meninggalkan hotel menuju bandara sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan petugas.
Kepala Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Irfan Darmawan Syah, menilai tingginya kedisiplinan jemaah menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pemulangan dari hotel menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.
Hal itu terlihat saat pemberangkatan jemaah Kloter BTJ 6 yang dinilai sangat kooperatif dan siap berangkat lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.
"Mungkin karena jemaah sudah rindu Tanah Air. Jadi ketika kami sampaikan jadwal keberangkatan pukul 12.00, sebelum jam tersebut mereka sudah menurunkan barang dan bersiap untuk berangkat," ujar Irfan kepada Media Center Haji di Madinah, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, dibandingkan fase-fase sebelumnya, proses pemulangan jemaah gelombang kedua berjalan lebih tertib dan lebih cepat. Jemaah dinilai semakin memahami alur pelayanan sehingga mobilisasi menuju bandara dapat dilakukan dengan lebih efisien.
"Lebih tertib saat proses pendorongan dari Madinah ke bandara. Saat ini jemaah lebih tertib dan lebih cepat bergerak, mungkin karena sudah ingin segera kembali ke Tanah Air," katanya.
Irfan menjelaskan, faktor lain yang turut mendukung kelancaran proses pemulangan adalah sistem pengiriman koper bagasi yang dilakukan lebih awal. Koper besar jemaah telah diberangkatkan menuju bandara dua hari sebelum jadwal penerbangan sehingga saat keberangkatan, jemaah hanya membawa koper kabin dan barang bawaan ringan.
Kondisi tersebut membuat proses naik bus hingga keberangkatan menuju bandara berlangsung lebih cepat dan nyaman.
"Proses pendorongan ke bandara sekarang lebih mudah karena koper besar sudah diangkut dua hari sebelumnya. Jemaah hanya membawa koper kecil sehingga mobilisasi menjadi lebih lancar," jelasnya.
Ia menambahkan, situasi ini berbeda dengan fase kedatangan jemaah dari Indonesia maupun saat perpindahan dari Makkah ke Madinah, ketika jemaah masih membawa koper besar dan barang bawaan dalam jumlah lebih banyak.
"Kalau dibandingkan dengan fase sebelumnya, tentu lebih ringan. Saat kedatangan maupun perpindahan dari Makkah, jemaah masih membawa koper besar dan koper kecil," ujarnya.
Meski proses pemulangan berjalan lancar, Irfan tetap mengingatkan jemaah agar mematuhi seluruh ketentuan penerbangan, terutama terkait barang-barang yang dilarang masuk ke bagasi maupun kabin pesawat.
Ia menegaskan, petugas terus mengingatkan jemaah agar tidak membawa air zamzam, korek api, maupun power bank ke dalam koper karena seluruh barang tersebut akan terdeteksi saat pemeriksaan keamanan.
"Kami terus mengingatkan agar jemaah tidak membawa air zamzam, korek api ataupun power bank. Karena percuma jika tetap dibawa, nantinya akan dibongkar kembali saat pemeriksaan di bandara," tegasnya.
Irfan berharap kedisiplinan yang ditunjukkan jemaah selama berada di Madinah dapat terus dipertahankan hingga fase pemulangan berakhir. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci penting untuk menjaga kelancaran operasional dan memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman.
Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026